IELTS vs TOEFL: Mana yang Lebih Cocok untuk Kebutuhanmu?

Panduan lengkap membandingkan IELTS dan TOEFL dari segi format tes, skor, sampai kebutuhan studi atau kerja, supaya kamu bisa pilih tes yang paling sesuai.

Kenapa Harus Memilih Salah Satu?

Banyak siswa dan profesional yang bingung antara IELTS dan TOEFL karena keduanya sama-sama sertifikasi bahasa Inggris yang diakui secara internasional. Tapi keduanya punya format, gaya soal, dan penerimaan yang berbeda tergantung negara dan institusi tujuan.

Memilih tes yang tepat sejak awal penting supaya waktu dan energi persiapan kamu nggak terbuang sia-sia. Salah pilih tes bisa berarti harus mengulang dari nol dengan format yang berbeda, padahal kemampuan bahasa Inggris kamu sebenarnya sudah cukup baik.

Perbedaan Format IELTS dan TOEFL

IELTS menggunakan format yang lebih personal, terutama di bagian Speaking yang dilakukan tatap muka langsung dengan examiner (atau lewat video call untuk versi online). Skornya menggunakan skala band 1-9 dengan kelipatan 0.5.

TOEFL, terutama versi iBT, sepenuhnya berbasis komputer termasuk bagian Speaking yang direkam dan dinilai kemudian. Skornya menggunakan skala 0-120 untuk iBT, atau skala terpisah untuk versi ITP yang sering dipakai untuk keperluan internal kampus di Indonesia.

Dari segi aksen, IELTS lebih banyak menggunakan aksen British dan Australian dalam listening test, sementara TOEFL cenderung lebih dominan aksen Amerika. Ini bisa jadi pertimbangan kalau kamu lebih terbiasa dengan salah satu aksen.

Mana yang Lebih Banyak Diterima?

Secara umum, IELTS lebih populer untuk tujuan studi dan imigrasi ke negara-negara Commonwealth seperti Inggris, Australia, dan Kanada, serta dipakai untuk keperluan visa kerja di berbagai negara. TOEFL lebih dominan diterima oleh universitas-universitas di Amerika Serikat.

Untuk kebutuhan di Indonesia sendiri, seperti syarat kelulusan kampus atau beasiswa dalam negeri, TOEFL ITP sering jadi pilihan karena lebih praktis dan terjangkau dibanding tes internasional penuh. Tapi untuk aplikasi ke luar negeri, penting untuk cek dulu tes mana yang diterima institusi tujuan.

Jadi, Mana yang Harus Kamu Pilih?

Kalau target kamu studi atau kerja ke Inggris, Australia, atau negara Commonwealth lain, IELTS biasanya jadi pilihan yang lebih aman. Kalau target kamu universitas di Amerika Serikat atau kamu lebih nyaman dengan format berbasis komputer, TOEFL bisa jadi pilihan yang lebih cocok.

Yang paling penting, cek dulu syarat resmi dari institusi atau negara tujuan kamu sebelum memutuskan, karena beberapa tempat hanya menerima salah satu jenis tes saja.

Mulai Persiapan dengan Pendampingan yang Tepat

Apa pun pilihanmu, persiapan yang terarah dengan feedback personal akan sangat membantu mencapai target skor lebih cepat. Program Language Certification & BIPA di AA Class mendampingi persiapan IELTS, TOEFL, JLPT, dan BIPA dengan bank soal bergaya tes resmi dan simulasi berkala.

Lihat juga program Language Certification & BIPA di AA Class untuk pendampingan persiapan IELTS/TOEFL yang lebih terarah.

Pertanyaan yang Sering Ditanya

Apakah skor IELTS dan TOEFL bisa dikonversi?
Ada tabel konversi yang umum dipakai sebagai estimasi, tapi institusi tujuan biasanya punya standar penerimaan sendiri untuk masing-masing tes, jadi tetap cek persyaratan resminya.
Tes mana yang lebih mudah, IELTS atau TOEFL?
Tidak ada yang secara pasti lebih mudah, semua tergantung kebiasaan belajar dan kenyamanan format masing-masing orang. Sebagian orang lebih nyaman dengan Speaking tatap muka di IELTS, sebagian lagi lebih nyaman format komputer di TOEFL iBT.

Artikel Lainnya

Konsultasi Program via WhatsApp

Konsultasi Jadwal Gratis

Isi formulir singkat ini dan kami lanjutkan obrolannya lewat WhatsApp.